Emas Tembus $5.100 & Perak Meledak: Sinyal Bahaya Ekonomi Global atau Peluang Emas di Sektor Properti?
1/27/2026, 9:42:48 AM
Dunia baru saja menyaksikan salah satu pergeseran ekonomi paling drastis di awal tahun ini. Berdasarkan laporan The Now York Times, harga emas dunia resmi meledak hingga menyentuh angka $5.102 per ounce pada hari senin. Tidak sendirian, perak pun ikut mencetak rekor Sejarah dengan menembus $109,83 per ounce.
Lonjakan ini bukan sekedar angka di layar bursa. Ini adalah sinyal bahaya sekaligus peluang besar. Di tengah ketegangan geopolitik global yang kian memanas – mulai dari konflik AS – Venezuela hingga ketidakpastian kebijakan Federal Reserve – investor kini sedang berlomba mencari (Safe Haven).
Sinyal Bahaya: Inflasi dan Suku Bunga yang “Membeku” Kenaikan harga logam mulia sebesar 8% hanya dalam seminggu adalah indikator bahwa pasar sedang cemas. Bagi sektor ekonomi dan properti, ini membawa dua ancaman nyata:
1. Biaya Material yang Terkerek:
Perak dan emas adalah komponen penting dalam industri. Kenaikan mereka biasanya memicu harga komoditas lain seperti baja dan tembaga. Artinya, biaya bangun rumah beresiko naik dalam satu waktu singkat.
2. Suku Bunga KPR yang Tetap Tinggi:
Dengan kondisi global yang tidak stabil, Federal Reserve (dan kemungkinan besar Bank Indonesia) diprediksi akan menahan suku bunga di level tinggi. Era bunga rumah resmi berakhir, dan menunda pembelian rumah bisa berati harus membayar bunga yang lebih mahal di masa depan.
Peluang Emas: Mengapa Properti Menjadi Jawaban?
Meski emas sedang berkilau, investor berpengalaman tahu satu rahasia: Emas tidak menghasilkan arus kas. Di sinilah properti mengambil peran sebagai “Pemenang” yang sesungguh nya.
• Re – investasi Hasil Keuntungan Emas: Saat emas mencapai puncak tertinggi (All-Time High), banyak investor melakukan profit taking. Mereka menjual emas mereka yang sudah untung banyak untuk di pindahkan ke aset riil yang lebih stabil dan bisa di sewakan, yaitu properti.
• Benteng Terhadap Inflasi: Di saat mata uang diragukan, memiliki aset berupa tanah dan bangunan adalah cara paling aman untuk mengunci kekayaan. Properti adalah “emas yang bisa ditinggali” dan memberikan pendapatan pasif setiap bulan.
Lonjakan harga emas ke level $5.100 adalah alarm bahwa ekonomi global sedang berada di titik persimpangan. Bagi Anda yang ingin mengamankan masa depan finansial, pilihannya ada dua: terus mengejar harga emas yang sudah sangat mahal, atau memanfaatkan momentum ini untuk mengamankan aset properti sebelum harga material konstruksi ikut meledak.
Di tengah ketidakpastian dunia, satu hal yang pasti: Tanah tidak pernah bertambah, tapi harganya selalu mengejar inflasi.
Untuk mendapatkan informasi mengenai properti yang dijual dan disewa langsung klik https://primeproindonesia.com/properties












